Perjalanan kami

Resep yang tidak pernah ditulis

Bu Ratna Sari belajar memasak dari ibunya di Bukittinggi dan dari mertuanya di Cirebon. Resep-resep itu tidak pernah ditulis. Takarannya ada di tangan: segenggam kemiri, tiga ruas kunyit, cabai "secukupnya sampai warnanya pas".

Tahun 2014 ia membuka warung delapan meja di Kemang. Tahun 2019 kami pindah ke gedung sekarang dengan 120 kursi, tetapi dapurnya tetap dipimpin oleh orang yang sama, dan cobek batunya masih yang lama.

Hari ini tim kami berjumlah 34 orang, dengan juru masak dari Padang, Bandung, Bali, dan Lombok. Masing-masing membawa resep daerahnya ke menu kami.

Mangkuk-mangkuk gulai dan sayur khas nusantara
Yang kami pegang

Tiga prinsip dapur

Bumbu dibuat setiap pagi

Pukul 05.30 dapur sudah mengulek bumbu dasar merah, putih, dan kuning untuk hari itu. Sisa bumbu tidak dipakai keesokan harinya.

Bahan dari pasar dan petani

Kelapa dari Pasar Minggu, rempah dari petani di Bogor dan Sukabumi, ikan dari Muara Angke setiap subuh.

Tidak ada bumbu instan

Tanpa penyedap tambahan. Rasa gurih datang dari kaldu tulang, terasi bakar, dan santan segar.

Linimasa

Dua belas tahun Dapoer Kemiri

2014
Warung delapan meja dibuka di Kemang dengan 9 menu.
2017
Layanan katering dimulai untuk kantor dan acara keluarga.
2019
Pindah ke gedung baru dengan 120 kursi dan ruang privat.
2023
Masuk daftar restoran lokal pilihan pembaca media kuliner Jakarta.
2026
Menu berkembang menjadi 21 hidangan dari 12 daerah.

Meja untuk malam ini?

Reservasi online, konfirmasi lewat WhatsApp dalam 30 menit.